Kamis, 07 Oktober 2010

Konsep Bimbingan Karier

Penggunaan istilah karier didalamnya terkandung makna pekerjaan dan sebatan sekaligus rangkaian kegiatan dalam mencapai tujuan hidup seseorang. Hattari (1983) menyebutkan bahwa istilah bimbingan karier mengandung konsep yang lebih luas. Bimbingan jabatan menekankan pada keputusan yang menentukan pekerjaan tertentu sedangkan bimbingan karier menitikberatkan pada perencanaan kehidupan seseorang
dengan mempertimbangkan keadaan dirinya dengan lingkungannya agar ia memperoleh pandangan yang lebih luas tentang pengaruh dari segala peranan positif yang layak dilaksanakannya dalam masyarakat.

Perubahan isitilah dari bimbingan jabatan (vocational guidance) ke bimbingan karier mengandung konsekuensi terhadap peran dan tugas konselor dalam memberikan layanan bimbingan terhadap para siswanya. Peran dan tugas konselor tidak hanya sekedar membimbing siswa dalam menentukan pilihan-pilihan kariernya, tetapi dituntut pula untuk membimbing siswa agar dapat memahami diri dan lingkungannya dalam rangka perencanaan karier dan penetapan karier pada kehidupan masa mendatang.

Dalam perkembangannya, sejalan dengan kemajuan dalam bidang teknologi informasi dewasa ini, bimbingan karier merupakan salah satu bidang bimbingan yang telah berhasil mempelopori pemanfaatan teknologi informasi, dalam bentuk cyber counseling.

Sementara itu, dalam perspektif pendidikan nasional, pentingnya bimbingan karier sudah mulai dirasakan bersamaan dengan lahirnya gerakan bimbingan dan konseling di Indonesia pada pertengahan tahun 1950-an, berawal dari kebutuhan penjurusan siswa di SMA pada waktu itu. Selanjutnya, pada tahun 1984 bersamaan dengan diberlakukannya Kurikulum 1984, bimbingan karier cukup terasa mendominasi dalam layanan bimbingan dan penyuluhan dan pada tahun 1994, bersamaan dengan perubahan nama bimbingan penyuluhan menjadi bimbingan dan konseling dalam Kurikulum 1994, bimbingan karier ditempatkan sebagai salah bidang bimbingan.

Sampai dengan sekarang ini bimbingan karier tetap masih merupakan salah satu bidang bimbingan. Dalam konsteks Kurikulum Berbasis Kompetensi, dengan diintegrasikannya Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill Education) dalam kurikulum sekolah, maka peranan bimbingan karier sungguh menjadi amat penting, khususnya dalam upaya membantu siswa dalam memperoleh kecakapan vokasional (vocational skill), yang merupakan salah jenis kecakapan dalam Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill
Education).

Terkait dengan penjabaran kompetensi dan materi layanan bimbingan dan konseling di

SMTA, bidang bimbingan karier diarahkan untuk :

24

1. Pemantapan pemahaman diri berkenaan dengan kecenderungan karier yang

hendak dikembangkan.

2. Pemantapan orientasi dan informasi karier pada umumnya dan karier yang hendak

dikembangkan pada khususnya.

3. Orientasi dan informasi terhadap dunia kerja dan usaha memperoleh penghasilan

untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidup berkeluarga, bermasyarakat,

berbangsa dan bernegara.

4. Pengenalan berbagai lapangan kerja yang dapat dimasuki tamatan SMTA.

5. Orientasi dan informasi terhadap pendidikan tambahan dan pendidikan yang lebih

tinggi, khususnya sesuai dengan karier yang hendak dikembangkan.

6. Khusus untuk Sekolah Menengah Kejuruan; pelatihan diri untuk keterampilan

kejuruan khusus pada lembaga kerja (instansi, perusahaan, industri) sesuai dengan

program kurikulum sekolah menengah kejuruan yang bersangkutan. (Muslihudin,

dkk, 2004)

Sumber :

Bahrul Falah. 1987. Konstribusi Orientasi Nilai Pekerjaan dan Informasi Karier

terhadap Kematangan Karier (Skripsi). Bandung : PPB-FIP IKIP Bandung.

Hattari. 1983. Ke Arah Pengertian Bimbingan Karier dengan Pendekatan

Developmental. Jakarta : BP3K.

Muslihudin, dkk. 2004. Bimbingan dan Konseling (Makalah). Bandung : LPMP Jawa

Barat.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
;